Jika kita mati pada usia lanjut, mungkin kita adalah 50% adalah air. Dengan kata lain di sepanjang hidup esensinya kita eksis sebagai air. Jadi, apakah air itu? Mungkin jawaban pertama Anda adalah daya kehidupan. Jika kita kehilangan 50% air di dalam tubuh kita, kita tidak dapat lagi mempertahankan hidup. Air, yang dibawa oleh darah dan cairan tubuh lain, adalah sarana untuk mengedarkan zat gizi ke seluruh tubuh. Aliran air ini memungkinkan kita menjalani hidup kita yang aktif. Air berfungsi sebagai pengantar energi ke seluruh tubuh. Sekarang ini komunitas kedokteran tengah mulai melihat air sebagai pengangkut energi, dan bahkan telah digunakan dalam mengobati penyakit. Homeopati adalah salah satu bidang dimana nilai air diakui.
Homeopati berasal dari Jerman pada paruh pertama abad ke-19 melalui karya Samuel Hahneman (1791-1843), tetapi akarnya berasal dari bapak ilmu kedokteran, Hippocrates (460-370 SM), yang banyak menulis dengan metode perawatan yang mirip dengan perawatan yang dikembangkan oleh homeopati. Dengan kata lain, pionir-pionir ilmu kedokteran mengajarkan kita untuk ‘’memperlakukan dengan serupa dengan serupa, memerangi racun dengan racun’’.
Pengaruh Lingkungan
Adalah Masaru Emoto peneliti Jepang yang telah bertahun-tahun mengkaji air. Sadar bahwa air memiliki kemampuan untuk menyalin informasi telah mengubah hidupnya. Memahami fakta ilmiah bahwa kita adalah air, kunci dalam menguak misteri di balik alam semesta. Bila kita periksa kembali dunia sekitar kita melalui sudut pandang ini, kita akan mulai melihat hal-hal yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Air bukan sekadar zat tapi air adalah daya hidup yang sangat luar biasa dan agung. Ini membuat kita sekali lagi menyadari kemampuan misterius air untuk membersihkan dan memberi hidup bagi semua kehidupan. Kita dapat merasakan jiwa, perasaan, dan getaran memiliki efek pada pembentukan kristal es, dan melalui hal ini kita dapat merasakan pentingnya jiwa dan kata-kata.
Dalam lingkungan, ada beberapa kelompok teori lingkungan termasuk teori lingkungan dan teori sosialisasi yang bersifat sosiolisasi dan bersifat sosiologis. Kedua macam teori ini sebetulnya sama karena prinsip sosialisasi itu merupakan suatu bentuk belajar sosial. Hal ini juga berlaku bagi engkulturasi, yaitu memperoleh tingkah laku kebudayaan sendiri, yang banyak ditulis oleh ahli antropologi budaya, seperti benedict, pengaruh mereka dalam psikologi perkembangan.
Hubungan Air, Frekuensi dan DNA
Air adalah cerminan jiwa. Air memiliki banyak bentuk dengan menyelaraskan dirinya dengan tempat dimana air berada, misalnya air yang ada dalam tubuh kita pasti akan menyelaraskan dirinya dengan kesadaran manusia. Apa yang memberi air untuk mencerminkan apa yang ada dalam jiwa manusia? Seperti kita ketahui air dan semua yang ada di bumi ini: Eksistensinya adalah getaran. Pengaruh getaran yang dihasilkan melalui suara musik terhadap anak dalam kandungan terjadi melalui Neurotransmiter dan kimia darah lain lewat darah ibu dan berdasarkan jenis musik memiliki pengaruh yang berbeda pula, musik yang bernada lembut lebih berpengaruh positif ketimbang musik yang keras (rock), hal senada dituturkan oleh seorang psikolog, Alfa Handayani S Psi ‘’Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel yang dimana di dalam sel terdapat inti sel yang berisikan DNA, yang tidak lain adalah yang ‘’membaca dan mencatat informasi’’.
Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktifitas mental seperti mengingat, menyimbolkan, mengategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. Psikolog Swiss yang sering disebut dalam buku yaitu Piaget telah banyak mempengaruhi psikologi perkembangan dalam hal perkembangan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Roger Sperri (1992) dalam Siegel penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan suara musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri tersebut.
Piaget beranggapan bahwa setiap organisme hidup, dilahirkan dengan dua kecenderungan fundamental, yaitu kecenderungan untuk:
a). Adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kecenderungan adaptasi ini mempunyai dua komponen atau dua proses yang komplementer yaitu (a.1) asimilasi dan (a.2) akomodasi.
(a.1) asimilasi, yaitu kecenderungan organisme untuk mengubah lingkungan guna menyesuaikan dengan dirinya sendiri. Suatu contoh yang sederhana dalam bidang biologis adalah makan. Bila orang makan sesuatu maka pencernaan makanannya tidak perlu berubah. Apa yang berubah adalah makanannya yaitu faktor lingkungannya.
Juga dalam lapangan psikologis maka prinsip asimilasi memang berperan penting. Pada suatu saat seorang bayi memperoleh suatu kebiasaan pola tingkah laku terhadap lingkungannya: apa yang dijumpai oleh bayi itu dipegangnya. Dunia anak merupakan ‘’dunia raih’’. Nilai fungsional objek dari sudut pandang orang dewasa diturunkan menjadi ‘’kemungkinannya dapat diraih’’.
(a.2) akomodasi, yaitu kecenderungan organisme untuk mengubah dirinya sendiri guna menyesuaikan dengan lingkungan.
Suatu contoh dalam bidang biologi dapat dikemukakan lagi mengenai makanan. Bila organisme terpaksa untuk makan makanan yang asing, maka sistem fisiologisnya seringkali harus menyesuaikan diri dengan faktor lingkungan.
Kognisi, perkembangan pikiran dan pengenalan, membuat setiap orang mengatur dunianya dengan caranya sendiri-sendiri. Seorang Eskimo akan mengatur dunianya dengan cara yang lain daripada orang Indonesia atau orang Jepang. Kognisi mengandung proses berpikir dan proses mengamati yang menghasilkan, memperoleh, menyimpan dan memproduksi pengetahuan.
Mengacu pada perkembangan kognitif dari piaget (1969) dalam teori belajar yang disadari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting dan perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak untuk mengenal dunia secara konkret. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensorik ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu. Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain. Kesadaran anak akan tempo dan bertambah melalui aktifitas bergerak dan bermain yang menekankan sinkronisasi, ritme dan urutan dari pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual, auditif dan sentuhan juga diperkuat melalui aktifitas gerak.
Penulis dapat menyimpulkan bahwa, perubahan dalam lingkungan dapat mengaktifkan gen kita. Bagi manusia, pertumbuhan dicapai melalui perpindahan. Perubahan yang drastis pada lingkungan dan ditemukannya hal-hal baru dapat menciptakan kesempatan yang sempurna bagi aktifitas sel-sel dorman. Anda mungkin pernah mendengar mahasiswa atau pernah merasakan perubahan dari diri Anda menjadi bertanggung jawab begitu tinggal di asrama, walaupun mereka nyatanya tidak pernah mengerjakan apapun, maupun belajar saat masih tinggal di rumah. Tentu saja terkadang hal yang sebaliknya terjadi, tetapi pada umumnya orang-orang cenderung tumbuh dan bergerak ke depan dan bukan ke belakang. Selain perubahan lingkungan, informasi adalah faktor lain yang dapat mengubah hidup Anda.
Mengatakan informasi adalah penting mungkin terdengar agak ketinggalan zaman untuk saat ini. Maksud dari informasi di sini ialah informasi yang didapat secara langsung dari percakapan pribadi, karena dari situlah sumber-sumber getaran yang langsung dirasakan, sebab pada kata-kata yang diucapkan dan yang dipaparkan dapat mempengaruhi segala sesuatu. Getaran dan air yang begitu peka terhadap frekuensi unik yang dipancarkan oleh dunia secara esensial dan efesien. Semua kata-kata memiliki efek yang berbeda-beda sesuai frekuensi yang dihasilkannya.
Mungkin sepotong informasi dapat mengubah seluruh hidup seseorang. Hal ini bisa dibenarkan, tetapi dengan tekad dan ketulusan dalam menjalankan suatu pekerjaan yang didapat dari sepotong informasi. Sebuah aspek lain dari lingkungan yang membantu menyalakan gen-gen positif adalah lingkungan yang menghargai kerja dengan ketulusan hati. Mengetahui bahwa Anda akan mendapatkan kembali apa yang Anda tanam. (Anonimous 2006). Menurut dr Tauhid Nur Azhar, dosen dan perintis Fakultas Kedokteran Universitas Bandung, molekul DNA dan mungkin elemen yang tak kasat mata lainnya ternyata berkomunikasi untuk membangun sebuah supersimetris. Tampaknya mereka dan juga kita semua tercipta untuk saling memahami, bersinergi, dan pada akhirnya menemukan sebuah kebenaran hakiki! Berpikir positif dapat mengaktifkan gen bukanlah pandangan yang keliru. Jadi, memang bahwa kebahagiaan, keceriaan, inspirasi, rasa syukur, dan doa dapat menguatkan gen-gen yang positif.
Manusia mulai hidup sebagai janin yang 99% adalah air. Ketika kita dilahirkan, kita adalah 90% adalah air, dan pada saat kita mencapai usia dewasa, tubuh kita mengandung 70% adalah air. Jika kita mati pada usia lanjut, mungkin kita adalah 50% adalah air. Dengan kata lain di sepanjang hidup esensinya kita eksis sebagai air.
Masaru Emoto melakukan percobaannya pada air dengan membungkus secarik kertas bertuliskan kata-kata ke sekeliling botol berisi air, adapun kata-kata yang dituliskan adalah cinta dan syukur, menghasilkan kristal es yang sangat sempurna. Ini menandakan bahwa cinta dan syukur adalah hal yang paling mendasar bagi semua fenomena kehidupan. Berdasarkan teori bahwa pengaruh getaran dari suara musik pada seseorang bukan hanya dari keindahan nada-nadanya saja, tetapi ditentukan pula oleh frekuensi dan resonansi dari getaran-getaran suara yang dihasilkan oleh musik. Selain itu musik juga baik untuk emosi anak. ‘’Misalnya, seorang anak jika diperdengarkan suara musik yang lembut, maka anak akan tenang, kalau musik yang ringan, anak pun akan terlihat gembira,’’ biasanya anak yang sejak dalam kandungan, biasa didengarkan musik, ketika dalam perkembangan pertumbuhannya nanti, anak itu dapat dengan mudah beradaptasi dan belajar soal musik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar