Jumat, 29 Mei 2009

Anak Usia Dini Terus Dibidik Siapkan SDM Berkualitas Kedepan

Sambas,- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang mendasar dan strategis. Karena pada usia dini merupakan masa emas dan peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Penegasan tersebut dikemukakan Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid, saat membuka Pelatihan Tutor PAUD yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Sambas bekerjasama dinas terkait di Balairung Sari Bupati Sambas, belum lama ini.

Menurut Bupati, hasil penelitian para ahli juga menunjukkan bahwa meskipun ketika dilahirkan anak sudah dibekali Yang Maha Kuasa dengan berbagai sifat bawaan atau genetis, tetapi lingkungan juga memberi peran besar bagi perkembangan pembentukan sikap, kepribadian maupun pengembangan kemampuan anak itu sendiri. "Kita patut bersyukur Negara telah menetapkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional," ujar dia.

Pendidikan anak usia dini secara resmi tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 1 dan pasal 28. Disebutkan dalam pasal 1 tersebut tepatnya butir 14, Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD sebagai istilah yang baru bagi masyarakat Kabupaten Sambas, menurut Burhanuddin, harus terus disosialisasikan. "Tentu masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya PAUD, untuk itu informasi yang benar tentang PAUD perlu disosialisasikan secara terus menerus kepada seluruh masyarakat," paparnya.

Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki orang tua, tutor atau guru, jelas Bupati, menjadi salah satu penyebab potensi yang dimiliki anak tidak berkembang optimal. Dari beberapa jurnal ilmiah, katanya, pendidikan bagi anak usia dini disinyalir berpengaruh terhadap angka anak mengulang di Sekolah Dasar dimana juga berdampak pada kelulusan Ujian Nasional tingkat SLTP dan SLTA. "Pendidikan anak usia dini merupakan investasi sumber daya manusia yang unggul dalam jangka panjang yang sangat menentukan sekaligus memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan anak usia dini di rumah, prasekolah tidak boleh diabaikan," tuturnya.

Perkembangan teknologi menurut Mantan Kadis Pertanian ini, salah satu alasan pentingnya PAUD. Dikatakan dia, maraknya tayangan pertelevisian sekarang ini dengan tontonan yang bisa berdampak negatif menjadikan salah satu alasan perlunya memberikan perlindungan bagi anak usia dini. "Bahkan pendidikan itu idealnya dimulai sejak anak dalam kandungan, baik secara ilmu kesehatan dan ajaran agama telah menganjurkan," tegasnya.(mur)

< Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang mendasar dan strategis. Karena pada usia dini merupakan masa emas dan peletak dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Penegasan tersebut dikemukakan Bupati Sambas Ir H Burhanuddin A Rasyid, saat membuka Pelatihan Tutor PAUD yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Sambas bekerjasama dinas terkait di Balairung Sari Bupati Sambas, belum lama ini.

Menurut Bupati, hasil penelitian para ahli juga menunjukkan bahwa meskipun ketika dilahirkan anak sudah dibekali Yang Maha Kuasa dengan berbagai sifat bawaan atau genetis, tetapi lingkungan juga memberi peran besar bagi perkembangan pembentukan sikap, kepribadian maupun pengembangan kemampuan anak itu sendiri. "Kita patut bersyukur Negara telah menetapkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam keseluruhan sistem pendidikan nasional," ujar dia.

Pendidikan anak usia dini secara resmi tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 1 dan pasal 28. Disebutkan dalam pasal 1 tersebut tepatnya butir 14, Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD sebagai istilah yang baru bagi masyarakat Kabupaten Sambas, menurut Burhanuddin, harus terus disosialisasikan. "Tentu masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya PAUD, untuk itu informasi yang benar tentang PAUD perlu disosialisasikan secara terus menerus kepada seluruh masyarakat," paparnya.

Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki orang tua, tutor atau guru, jelas Bupati, menjadi salah satu penyebab potensi yang dimiliki anak tidak berkembang optimal. Dari beberapa jurnal ilmiah, katanya, pendidikan bagi anak usia dini disinyalir berpengaruh terhadap angka anak mengulang di Sekolah Dasar dimana juga berdampak pada kelulusan Ujian Nasional tingkat SLTP dan SLTA. "Pendidikan anak usia dini merupakan investasi sumber daya manusia yang unggul dalam jangka panjang yang sangat menentukan sekaligus memberikan kontribusi besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, pendidikan anak usia dini di rumah, prasekolah tidak boleh diabaikan," tuturnya.

Perkembangan teknologi menurut Mantan Kadis Pertanian ini, salah satu alasan pentingnya PAUD. Dikatakan dia, maraknya tayangan pertelevisian sekarang ini dengan tontonan yang bisa berdampak negatif menjadikan salah satu alasan perlunya memberikan perlindungan bagi anak usia dini. "Bahkan pendidikan itu idealnya dimulai sejak anak dalam kandungan, baik secara ilmu kesehatan dan ajaran agama telah menganjurkan," tegasnya.(mur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar