Kamis, 21 Mei 2009
Lokakarya Pendidikan Lingkungan Konservasi Laut
Di dalam besarnya tantangan konservasi dan pengelolaan laut di Indonesia, pendidikan adalah salah satu kunci terpenting. Hal ini terutama apabila kita menginginkan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dan memberikan dampak yang nyata.
Di latar belakangi oleh pemahaman tersebut di atas, maka Mark Erdmann (melalui penghargaan Pew Fellows program-penghargaan berkelas yang diberikan kepada orang-orang terpilih yang berjuang untuk lingkungan di dunia-) bekerja sama dengan CI dan TNC mengadakan acara lokakarya: pendidikan konservasi laut untuk sumber daya alam yang berkelanjutan di Hotel Oranjje Denpasar, bali, tanggak 28-29 Juli lalu.
Sekitar 50an pendidik lingkungan hidup dari Sabang sampai Jayapura, berkumpul untuk saling berbagi pembelajaran dan pengalaman dalam membangun pendidikan lingkungan hidup konservasi laut di daerah mereka masing-masing. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti: guru, dinas pendidikan, LSM, dan kelompok masyarakat dengan topik pembahasan pendidikan yang beragam. Ada yang sangat fokus kepada konservasi laut secara umum, ada yang sangat fokus kepada hal-hal yang dapat dipraktekan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah.
Perbedaan lokasi dan latar belakang ini menjadikan diskusi berjalan sangat menarik dan hidup. Selama 2 hari, mereka berhasil membahas masalah pendidikan lingkungan dengan cukup komprehensif. isu-isu pendidikan yang meliputi masalah awareness, pendidikan informal, sampai pembangunan kurikulum mulok (muatan lokal).
Dari lokakarya ini, tampak bahwa sebenarnya telah ada banyak inisiasi positif yang berjalan dengan baik untuk pendidikan lingkungan di Indonesia. Sayangnya upaya-upaya ini masih bersifat parsial, dan kadang mempunyai benturan permasalahan pendanaan.
Untuk mencoba membuat upaya-upaya yang ada berjalan secara berkesinambungan, serta mengatasai masalah pendanaan, para peserta sepakat untuk berjejaring. Adanya jaringan ini juga diharapkan memberikan dorongan yang lebih kuat kepada pihak eksekutif dan legislatif untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan dan pendidikannya (formal dan informal).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar