Rabu, 20 Mei 2009

Amerika Serikat - Indonesia Kaji Program Pendidikan Dasar


Jakarta ( Berita ) : Â Amerika Serikat (AS) dan Indonesia melakukan pengkajian program pendidikan dasar di Indonesia, yang diselenggarakan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).
“Hari ini akan diberikan pengarahan kepada wakil masyarakat dari 23 daerah, yang akan mulai melakukan pengkajian akhir program tersebut selama tiga hari untuk menjadi landasan persiapan bagi prakarsa pendidikan senilai 157 juta dolar AS, yang dicanangkan Presiden George Bush di Indonesia,” kata Kuasa Usaha AS John Heffern dalam siaran persnya di Jakarta hari Senin [14/05].
Menurut dia, selain melakukan pengkajian, AS dan Indonesia juga merayakan keberhasilan program pertama pendidikan dasar di Indonesia dengan mengundang pendidik dan pemuka masyarakat daerah dari seluruh Indonesia.
“Pada hari ini, AS dan Indonesia merayakan keberhasilan program pendidikan dasar, yang pertama didanai AS dalam dua dasawarsa,” katanya.
Ia mengatakan, program empat tahun senilai 10 juta dolar AS dan dibawa USAID ke sekolah di daerah pada 2003 itu mencapai tujuannya, yakni membangun sistem pendidikan lokal bermutu di seluruh Indonesia.
“Program Pengelolaan Pendidikan Dasar (MBE) USAID, yang tahun kelima dan terakhirnya berakhir Juni mendatang, dilaksanakan di 20 daerah di Jawa dan dua daearah di Aceh,” katanya.
MBE memberikan dukungan pendidikan kepada 499 sekolah dan merupakan perintis proyek Pendidikan Dasar Terdesentralisasi (DBE) USAID, yang sedang dan terus berlangsung sampai tahun 2010.
Program DBE, katanya, merupakan bagian dari komitmen USAID dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar, yang pada akhirnya meningkatkan prestasi siswa secara berarti.
Rapat pengkajian tersebut diikuti lebih kurang 200 peserta, temasuk staf departemen pendidikan daerah, departemen agama, badan perencana, badan pendidikan, anggota dewan dan kalangan pendidik.
“Secara nyata, program ini membantu rencana pengembangan sekolah, membantu menjadikan anggaran sekolah transparan bagi masyarakat setempat dan mendorong pembentukan perkumpulan orangtua,” katanya.
Kita mengharapkan, tambahnya, di bawah program MBE, tempat proyek akademik dan artistik siswa secara jelas dipamerkan, kelas menjadi tempat lebih menarik, sehingga tingkat kehadiran siswa di sekolah meningkat. ( ant )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar